Senin, 29 Maret 2010

Kekhawatirannya...


Seringnya kita sebagai anak hanya dapat menuntut banyak pada orang tua, meminta uang lagi dan lagi. Atau kita merasa untuk tidak memberatkan orang tua, dan kita berusaha untuk mencari uang sendiri untuk kita sendiri. Namun sesungguhnya saya yakin orang tua kita berusaha mencari uang seluruhnya untuk kebahagiaan anak-anaknya dan menunaikan tugasnya di dalam kehidupan ini. Hanya saja ada proses yang harus kita lewati, tidak dengan begitu saja orang tua memberikan anaknya uang. Orang tua kita hanya tenang saat memberikan uang, maka ia akan memberi kita uang apabila ia yakin terhadap kita dan pada saat yang tepat. Sebetulnya ini sangat berpengaruh dengan tabiat kita, karena orang tua sangat mengerti anaknya. Orang tua kita akan sangat khawatir bila kita hanya menjadi seorang anak yang selalu meminta uang dan menghamburkannya tanpa berpikir dengan baik dan sehat. Tak ada usaha dan menggunakan uang tanpa hati nurani menjadi kekhawatiran terbesar yang mungkin dimiliki orang tua kita.

Kamis, 18 Maret 2010

Manusia, bersifat dan berbudaya...

Manusia pada dasarnya memiliki sifat yang baik dan tulus, namun karena tekanan hidup, perubahan zaman yang menggerus nilai-nilai tradisional yang telah dipegang teguh, juga ketidaksadaran akan diri masing-masing membuat pergeseran besar dalam hidup manusia yang membiarkan sifat buruk mereka menguasai diri manusia. Sifat-sifat dasar sudah tidak diperhatikan lagi, hanya mementingkan bagaimana diri ini nyaman dalam bertindak dan dapat menarik perhatian orang banyak walaupun itu terkadang bukan menarik kebaikan dari orang lain. Setiap manusia memiliki sifat yang khas dan secara umum memiliki beberapa kesamaan, jika saja mereka dapat mengenal diri sendiri dengan baik, maka potensi kebaikan dan nilai yang lama menghilang akan kembali menjadi keteguhan di hati masing-masing manusia.

Dengan kepribadian yang baik dan disadari oleh diri sendiri, maka kehidupan manusia akan menjadi lebih baik. Bahkan dari kebudayaan yang telah ada, yaitu penambahan sedikit pembaruan dari kebudayaan yang telah jarang dilihat oleh kita. Seperti pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, kepribadian diri, manusia dan kebudayaan. Kebudayaan yang baik akan lahir dari manusia yang memiliki kepribadian yang baik pula, dan kebudayaan yang saya contohkan memang hanya kebiasaan kecil dalam keluarga. Kebudayaan kecil itu yang sesungguhnya akan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, bangsa, kegara dan kehidupan secara menyeluruh. Kita bisa memulai ini dari diri kita, setidaknya kita dapat memikirkan yang baik untuk kehidupan kedepan. Walaupun keluarga saya tidak memiliki kebudayaan sebaik itu, namun saya tetap berusaha melakukan lebih baik agar saya terbiasa berpikir lebih baik dan suatu saat memiliki kebudayaan yang baik pada keluarga yang semoga saya miliki nanti.












Senin, 08 Maret 2010

Kelebihan para Guru

Tulisan ini adalah salinan dari Thread saya di forum kaskus, yang semoga aja dapat memberikan pembaca pemikiran yang lebih baik..

Agan2 ane mau share aja ni, semoga agan2 suka bacanya...

Waktu masih sekolah ada yang pernah di ajak makan, jalan-jalan ato nginep di rumah guru? sayangnya ane nggk ngerasain, padahal kenangan dari guru-guru kita juga nggk mungkin kita lupa. Guru-guru ane sih kebanyakan bae2 gan, dan bnyk yg bs gw kenang dari mereka. Tapi mungkin di daerah yang keadaanya lebih sulit, peran guru lebih banyak lagi daripada di daerah ane tinggal. Mungkin ada diantara kita yang yatim piatu, terus di ajak tinggal oleh sang guru. Bayangin kalo guru-guru kita punya kesejahteraan, gimana berkualitas pendidikan yang bagus banget di dapet tunas2 bangsa ini, guru-guru bisa fokus pada mengajar dan memberikan nilai-nilai moral yang baik. Sang guru bisa ngajak kita makan atau belajar sambil jalan2. Pasti berkesan bgt buat murid2nya dan pasti belajar akan lebih nyaman. Tapi ada satu lagi, rasa kemanusiaan sang guru yang penting juga. Walaupun ane yakin kalo orang2 yang mau jadi guru itu punya rasa kemanusiaan yang lebih dari orang2 lain.

Nah gan, kalo ada di antara agan2 yang nanti kerja di pemerintahan, tolong kita perhatiin nasib guru-guru...
Setidaknya agar guru-guru kita bisa mengajarkan gimana caranya berbagi tanpa pamrih, dan para murid bisa mencontoh yang baik...

silahkan di buka linknya untuk melihat Thread di forum Kaskus..

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3246563

Keluarga adalah satuan masyarakat yang terkecil, walaupun terkecil tapi keluarga sudah dapat menciptakan kebudayaan yang akan berdampak pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Judul budaya yang di rindukan saya pilih karena saya sangat menginginkan melihat budaya yang baik yang dibawa dari keluarga oleh seluruh anggota keluarga kedalam masyarakat luas, alangkah baikmya hal kecil seperti ini dapat membawa kehidupan berbudaya yang lebih baik di dalam dunia ini. Orang tua memberikan contoh yang baik, anak dapat mengimplementasikannya di luar lingkungan keluarga, dan akan menurunkannya kelak ke anak-anaknya nanti. Siklus budaya seperti ini memang sudah terjadi, namun sayang budaya yang dibawa anggota keluarga ke dalam masyarakat justru malah tidak baik dan mengakibatkan kehidupan yang semakin tidak kondusif dalam berkebudayaan. Tidak adalagi yang membuat anak-anak tertarik dengan kebudayaan dari keluarganya dan tidak adalagi keinginan orang tua untuk memperkenalkan dan mendidik mereka tentang berbudaya yang baik dan melestarikan kebudayaan orang tuanya. Orang tua pada jaman sekarang cenderung membiarkan anak-anak mereka belajar dan mengetahui hal baru dari dunia luar yang sama sekali tidak ada pembimbing yang baik.


Hal kecil seperti apa yang telah ditinggalkan keluarga sekarang untuk kebaikan kebudayaan mereka? Contoh hal kecil ini begitu penting dan sekarang sudah jarang ditemui keluarga yang masih tetap berkumpul pada saat makan pagi(sarapan) dan makan malam di meja makan rumah mereka. Padahal hal sekecil ini adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan keluarga mereka, saat berkumpul ini akan menjadi momentum yang sangat memberikan dampak menjadi kehangatan suatu keluarga dan kebersamaan keluarga. Walaupun keluarga tidak memiliki ruang makan dan meja makan, juga dengan makanan yang seadanya tapi makan bersama keluarga sangatlah berguna untuk membangun budaya yang baik dalam keluarga dan secara tidak langsung memberikan dampak yang baik ke kehidupan berbudaya dalam masyarakat luas. Perhatian dan dukungan orang tua sangatlah dibutuhkan bagi anak, saat berkumpullah orang tua dapat mengobrol dengan anak-anaknya. Keadaan yang santai dan bersama-sama menjadikan makan bersama adalah saat-saat yang cukup baik dan dapat dilakukan setiap hari. Budaya ini akan menjadikan kehidupan bangsa kita lebih baik..

Manusia, satu kata yang tak habis di artikan dengan berjuta-juta kata dan kalimat. Dalam aspek Biologi manusia digolongkan sebagai animalia dan dikatakan hewan yang paling pintar dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan alam kehidupan. Dalam aspek Rohani dan Budaya juga berbeda dengan mahluk bahkan dengan manusia lainnya, manusia adalah mahluk hidup satu-satunya yang memiliki kepercayaan pada Sang Pencipta baik dalam kepercayaan agama apapun namun banyak juga manusia yang memiliki kepercayaan lain pada Sang Pencipta ataupun para leluhur, masing-masing memiliki keyakinan dan cara tersendiri untuk menunaikan kepercayaannya tersebut. Aspek budaya sangat mempengaruhi kepercayaan dan cara menunaikan dari kepercayaan mereka, budaya lama atau para manusia yang masih mempertahanan kebudayaan yang sudah lama diturunkan oleh nenek moyang mereka biasanya memiliki cara yang berbeda dalam beribadah, apalagi dengan manusia-manusia yang mendiami kota-kota besar di dunia. Manusia-manusia yang berkumpul dalam suatu daerah di katakan masyarakat, masyrakat perkotaan inilah yang memiliki kebudayaan-kebudayaan baru dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tentu saja dalam kebudayaan ini juga memiliki sisi positif dan negatifnya.

Tapi apapun itu kita sebagai manusia sesungguhnya mengetahui nilai-nilai yang ada dalam kehidupan kita sebagai manusia individu dan manusia bermasyarakat, hanya saja banyak sekali yang membuat kita bergeser dari nilai-nilai yang kita pegang yang telah diwariskan para leluhur kita.


Saya sebagai individu yang menginginkan kehidupan yang lebih nyaman dan lebih baik, ingin sekali bersama-sama dapat mengerti dan berbagi akan kehakikatan manusia. Seperti pada awal saya katakan akan banyak kalimat yang bisa menjelaskan kata "Manusia" maka dari itu saya tidak akan membahas pengertian manusia secara teoritis yang bisa saya cari, namun saya hanya akan mengeluarkan apa yang saya pikirkan tentang manusia kini.


Saya sesungguhnya melihat sifat-sifat manusia yang semakin bergeser ke arah yang jauh dari sifat asli manusia seperti yang di katakan dalam literatur di sekolah, manusia dewasa ini sangat mementingkan diri sendri dan tidak berusaha memikirkan makna hidup mereka yang sesungguhnya tidak ada yang tahu di beri kesempatan berapa lama. Saya hanya bisa membayangkan sejak dahulu nenek moyang manusia sudah memiliki sifat ini, sifat yang dibawa dari nenek moyang kita yang dikatakan sejenis primata atau secara kasar kita bilang memang sungguh-sungguh kelompok hewan liar. Betapa tidak, dahulu dikatakan nenek moyang berburu, mencari daerah baru untuk bertahan hidup, dari cara yang baik sampai berkala menjadi cara yang buruk. Manusia yang semakin pintar dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, ternyata tidak menjamin memiliki kehidupan yang lebih baik dari nenek moyang manusia. Seharusnya dengan diberi kemampuan untuk menjadi mahluk yang semakin maju, manusia dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik juga untuk sesama. Namun apa yang kita lihat, begitu lebih semakin rusak kehidupan di dunia ini, keserakahan dan kemampuan yang semakin tinggi semakin membuat manusia menjadi mahluk yang semakin tidak terkendali. Sesungguhnya apa yang kita cari, apa tujuan dari yang kita lakukan, dan haruskah kita melakukan itu? Kenapa kita harus berusaha menjadi manusia yang lebih pintar dari yang lain, apakah kita sungguh-sungguh memikirkan itu untuk kepentingan manusia, mahluk lain dan alam kita ini? Ataukah hanya untuk kecurigaan pada manusia lainnya? Untuk mempertahankan kejayaan? Pernahkah kita bersyukur untuk kehidupan kita ini yang sesungguhnya dapat lebih baik bila kita tidak berpikir agar pekerjaan kita menjadi lebih santai, dapat menertawakan teman-teman lain dengan melecehkan, dan banyak alasan yang membuat manusia semakin menghancurkan kehidupannya sendiri. Renungkanlah agar manusia yaitu diri kita bisa menjadi manusia dengan nilai-nilai sesungguhnya yang telah disepakati sebagai mahluk yang paling mulia.






Selasa, 23 Februari 2010

Apa sih karakter kamu?? 0.o

Ingin tahu bagaimana tipologi kepribadian kamu?

Di bawah ini adalah pembagian tipologi kepribadian menurut Hippocrates dan Galenus….

Sebelumnya, perlu diperingatkan dalam membahas tentang empat tipe temperamen ini, beberapa orang akan terdorong untuk menganalisa temantemannya, dan akan memikirkan “Bagaimanakan tipe temperamennya ?” Pemikiran seperti ini akan menipu dan sukar untuk dapat dipercaya penuh karena belum melakukan serangkaian tes kepribadian. Penyelidikan kita mengenai temperamen ini haruslah merupakan penyelidikan yang hanya untuk diri sendiri, kecuali bila kita ingin lebih dapat menerima kelemahan dan kekurangan yang ada di dalam diri orang lain.

1. Sanguine

Sanguine yang periang adalah temperamen yang hangat, bersemangat, lincah dan “menyenangkan”. Ia dapat menerima segala keadaan, dan kesan-kesan yang dilihatnya dapat dengan mudah mempengaruhi hatinya yang dengan cepat memberikan tanggapan. keputusan-keputusannya lebih banyak ditentukan oleh perasaan dari pada pemikirannya. Orang Sanguine memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyukai dirinya sendiri, dan biasanya ia menularkan sifatnya yang hangat itu. Bila ia masuk ke sebuah ruangan yang banyak orangnya, ia mempunyai kecenderungan untuk membangunkan semangat setiap orang yang ada di situ dengan kelancaran percakapannya yang riang gembira. Ia dapat membawakan cerita dengan menarik karena sifatnya yang hangat dan penuh emosi itu seakan-akan menunjukkan bahwa ia sedang mengalami apa yang diceritakannya itu. Ia tidak pernah kekurangan teman. Ole Hallesby mengatakan, “sifat seorang Sanguine yang naif, spontan dan periang itu membuat banyak orang senang kepadanya”. Ia dapat benar-benar ikut merasakan sukacita dan kesusahan orang-orang yang dihadapinya dan dapat membuat orang yang dihadapi itu merasa dirinya penting, seakan-akan seorang sahabat yang istimewa dan demikian juga orang lain yg ditemuinya diperlakukan sama olehnya. Ia menyukai orang-orang, tidak senang dengan kesunyian. dan yang paling senang ialah bila ia dikelilingi teman-temannya, di mana ia menjadi pusat perhatian mereka. Ia mempunyai banyak sekali cerita menarik yang tidak akan pernah habis, yang diceritakannya secara dramatis sehingga membuat ia disukai baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan biasanya ia terkenal di dalam pesta-pesta atau perkumpulan-perkumpulan sosial. Orang Sanguine tidak pernah kehabisan kata-kata. Ia seringkali berbicara dahulu sebelum berpikir, tetapi sikapnya yang tulus dan terbuka itu membuat orang-orang tidak melawan atau menolak dia, sehingga mereka memberikan tanggapan terhadap perasaan hatinya. Cara hidupnya yang bebas (tidak terikat), yang kelihatan penuh gairah dan terbuka seringkali membuat orang-orang yang temperamennya lebih pemalu merasa iri hati kepadanya. Caranya berbicara yang ramai dengan suara keras dan ramah tamah itu membuat dia tampak lebih mantap daripada keadaan dirinya yang sesungguhnya, tetapi semangatnya dan perilakunya yang menyenangkan itu dapat membawa dia melewati liku-liku kehidupan yang berat. Orang yang selalu mempunyai alasan untuk memaafkan kelemahan-kelemahannya dengan mengatakan “Yah, emang begitulah sifat si periang itu.” Dunia ini diperkaya oleh orang-orang sanguine yang periang semacam itu. Mereka cocok sekali untuk menjadi salesman, pekerja di rumah sakit, guru, ahli bicara, aktor, ahli pidato dan kadang-kadang mereka dapat menjadi pemimpin yang baik. Keperluan-keperluan rohani yang terutama bagi temperamen Sanguine ialah “penguasaan diri, kesabaran, iman, damai sejahtera dan kebaikan”.


2. Choleric.

Tempramen Choleric yang keras ialah temperamen yang penuh semangat, bertindak cepat, aktif, praktis dan berkemauan keras. Seringkali ia merasa puas terhadap dirinya sendiri dan tidak perlu bergantung pada orang lain. Ia cenderung untuk bersikap tegas dan berpendirian teguh, mudah membuat keputusan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Orang Choleric selalu penuh dengan aktivitas. Sebenarnya, bagi dia “hidup adalah aktivitas”. Ia tidak perlu harus dirangsang oleh keadaan sekelilingnya, tetapi malah ia lebih banyak merangsang keadaan sekelilingnya dengan gagasan, rencana-rencana dan ambisinya yg tidak pernah habis. Aktivitasnya selalu mempunyai sasaran, karena ia mempunyai pikiran yang tajam dan praktis, dapat membuat keputusan-keputusan segera yang logis atau merencanakan suatu proyek jangka panjang yg sangat berguna. Ia tidak akan terombang-ambing karena tertekan oleh apa yang dipikirkan orang-orang lain. Ia bersikap tegas dalam menghadapi persoalan-persoalan dan seringkali ia dengan berani melawan ketidakadilan sosial atau keadaan-keadaan yang tidak benar. Ia tidak takut terhadap kesengsaraan, sesungguhnya kesengsaraan itu justru membangunkan semangatnya. Ia telah mempunyai keputusan yang mantap dan seringkali ia berhasil di mana orang lain mengalami kegagalan. Hal ini bukan karena rencana-rencananya lebih baik daripada rencana-rencana orang lain, tetapi karena ia “terus maju” meskipun orang lain sudah putus asa dan berhenti. Bila pepatah “Menjadi pemimpin adalah karena bakat, bukan karena latihan” itu benar, maka ia adalah orang yang berbakat memimpin. Emosinya adalah bagian temperamennya yang paling tidak menonjol. Ia tidak mudah untuk memberikan simpati kepada orang lain, dan ia juga tidak dapat menunjukkan atau menyatakan rasa kasih secara wajar. Ia sering merasa bingung atau muak melihat orang lain menangis. Ia kurang dapat menghargai karya-karya seni yang tinggi, perhatian utamanya hanya ditujukan kepada nilai-nilai kehidupan yang mendatangkan faedah. Ia dapat segera melihat kesempatan yang ada dan dengan cepat mendiagnosa cara yang terbaik untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu. Cara berpikirnya sistematis, walaupun hal-hal yang kecil-kecil biasanya membosankan baginya. Ia tidak bisa memeriksa secara teliti, tetapi ia cepat untuk memberikan penilaian yang berdasarkan intuisi, oleh sebab itu ia cenderung untuk melihat pada sasaran dari apa yang sedang dicapainya tanpa melihat adanya perangkap-perangkap dan halangan-halangan yang mungkin timbul di tengah jalan. Sekali ia telah mulai melangkah menuju sasarannya ia dapat berlari tanpa mengindahkan orang-orang yang menghalangi jalannya. Ia cenderung untuk bersikap menguasai dan mengatur, dan ia tidak segan-segan memperalat orang lain untuk mencapai maksud-maksudnya. Seringkali ia dianggap seorang oportunis. Dari antara semua jenis temperamen, mungkin ialah yang paling banyak memerlukan sifat-sifat rohani, yaitu kasih, damai sejahtera, kemurahan, kesabaran, kelemah lembutan dan kebaikan. Para Jenderal dan pemimpin-pemimpin besar di dunia ini, kebanyakan adalah orang-orang yang mempunyai jenis temperamen Choleric. Orang Choleric dapat menjadi seorang eksekutif (pelaksana) yang baik, pencetus gagasan, produser, dikatator, atau bahkan SEORANG PENJAHAT, tergantung pada standard moralnya. Sama seperti orang Sanguine, biasanya ia adalah seorang extrovert, meskipun agak kurang menonjol.


3. Phlegmatic

Menurut Hippocrates, cairan tubuh yang menghasilkan temperamentemperamen yang tenang, dingin, lamban, santai, dan stabil disebut Flip Phlegmatic. Bagi orang Phlegmatic, hidup adalah pengalaman yang membahagiakan dan menyenangkan, tanpa pengalaman-pengalaman yang menggetarkan jiwa, di mana ia sebanyak mungkin tidak mau melibatkan diri dalam persoalan apa pun. Orang Phelgmatic adalah orang yang sangat tenang dan santai sehingga nampaknya ia tidak pernah merasa terganggu, bagaimanapun keadaan di sekelilingnya. Ia sukar sekali marah dan jarang sekali meluapkan emosinya. Orang Phlegmatic adalah orang yang memiliki tipe temperamen yang tetap sama setiap kali anda bertemu dengan dia. Di balik temperamennya yang dingin, acuh dan sifatnya yang seakan-akan pemalu itu, terdapat beberapa kemampuan yang tergabung menjadi satu. Ia mempunyai perasaan yang jauh lebih dalam daripada apa yang nampak pada wajahnya, dan ia memiliki kemampuan untuk menghargai karya seni yang tinggi dan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan. Orang Phlematic tidak akan kekurangan teman karena ia menyukai orang-orang dan mempunyai rasa humor yang sinis. Ia adalah tipe orang yang meskipun berada di tengah-tengah orang banyak yang “tertawa terbahak-bahak” tetapi justru tidak pernah atau sedikit tersenyum. Ia memiliki kemampuan yang unik dalam melihat sesuatu yang lucu pada orang lain dan di dalam hal-hal yang mereka lakukan. Ia memiliki ingatan yang baik dan kuat dan seringkali ia pandai sekali dalam menirukan sesuatu. Salah satu hal lain yang disukainya ialah “MENGGODA ATAU MEMPERMAINKAN ORANG YANG MEMILIKI TEMPERAMEN YANG LAIN”. Ia merasa jengkel dengan semangat yang berkobar-kobar dari orang Sanguine yang tidak pernah tenang dan tanpa tujuan, yang seringkali menghadapkan dia dengan kesia-siaan mereka. Ia benci dengan kemurungan orang-orang Melancholy dan cenderung untuk mencemoohkannya. ia senang sekali mematahkan rencana-rencana dan ambisi yang melangit dari orang Choleric. Ia cenderung untuk menjadi penonton dalam kehidupan ini dan berusaha untuk tidak terlalu terlibat dalam persoalan orang lain. Biasanya ia sangat segan untuk melakukan suatu kegiatan di luar hal-hal rutin yang dilakukannya setiap hari. Ini tidak berarti bahwa ia tidak dapat mengerti perlunya tindakan serta kesulitankesulitan orang lain. Mungkin orang Phlegmatic dan orang Choleric dapat samasama melihat suatu ketidakadilan sosial, tetapi reaksi mereka sama sekali berbeda. Jiwa Choleric yang penuh keberanian itu akan menyebabkan dia berkata, “Mari kita membentuk suatu panitia yang bertindak untuk mengatasi hal ini!”. Orang Phlegmatic mungkin lebih cenderung untuk menanggapinya dengan berkata “Wah, parah keadaannya!, mengapa tidak ada seorang pun yang bertindak untuk mengatasi hal ini?” Orang Phlegmatic biasanya baik hati dan penuh perhatian, tetapi jarang sekali ia mengutarakan perasaannya yang sesungguhnya. Akan tetapi apabila sekali ia telah didorong untuk bertindak, akan terbukti bahwa ia adalah orang yang paling efisien dan memiliki kemampuan yang hebat. Ia sendiri tidak akan mau memegang pimpinan, tetapi apabila ia diberi tugas sebagai seorang pemimpin, ia akan membuktikan diri sebagai seorang pemimpin yang mampu. Ia dapat menimbulkan suasana damai dan ia mempunyai sifat pembawaan suka mendamaikan orang. Kebutuhannya yang terutama ialah : Kasih, kebaikan, kelemahLembutan, penguasaan diri dan Iman. Dunia ini telah banyak diberkati oleh sifat-sifat orang Phlegmatic yang efisien. Ia dapat menjadi seorang diplomat, seorang akuntan, guru, pemimpin, ahli ilmu pengetahuan atau pekerja yang baik dalam suatu bidang yang membutuhkan ketelitian yang tinggi.

4. Melancholy

Orang Melancholy seringkali dilukiskan sebagai “temperamen yang suram atau murung”. Sebenarnya temperamen Melancholy adalah TEMPERAMEN yang PALING KAYA di antara tipe-tipe temperamen yang lain, oleh karena ia mempunyai sifat analitis, rela berkorban, berbakat, perfeksionis, dan memiliki emosi yang sangat sensitif. Dari keempat tipe temperamen, maka tipe Melancholy yang paling dapat menikmati karya-karya seni yang tinggi. Ia mempunyai sifat pembawaan yang introvert, tetapi karena perasaanperasaannya lebih menguasai dirinya, maka keadaan hatinya cenderung untuk mengikuti perasaan hatinya yang berubah-ubah. Kadang-kadang perasaan hatinya mengangkat dia ke puncak kegembiraan sehingga membuat dia bertindak lebih ektrovert; namun pada saat lain ia merasa murung dan tertekan, dan pada saat-saat itu ia akan menjadi orang yang sangat pendiam dan sama sekali berlawanan dengan keadaan sebelumnya. Orang yang memiliki temperamen Melancholy adalah seorang teman yang SANGAT SETIA, tetapi tidak seperti orang Sanguine, ia SUKAR mendapat teman. Ia tidak mau mengajukan diri untuk menemui orang-orang tetapi ia lebih cenderung untuk membiarkan orang-orang DATANG kepadanya. Mungkin orang yang memiliki temperamen Melancholy adalah orang yang paling dapat DIPERCAYAI dibanding dengan orang yang memiliki tipe-tipe temperamen yang lain, karena kecenderungannya untuk mencapai yang sempurna tidak membiarkan dirinya mengabaikan pekerjaannya atau membiarkan orang lain kecewa bila mereka bergantung kepadanya. Sifat pembawaannya yang pendiam dan tidak mau menonjolkan diri itu bukan menandakan bahwa ia TIDAk menyukai orang lain. Sama seperti kebanyakan dari kita, ia tidak hanya menyukai orang lain, tetapi ia juga mempunyai keinginan yang kuat untuk DIKASIHI orang lain. Pengalaman-pengalaman yang mengecewakan membuat dia tidak untuk menilai seseorang berdasarkan apa yang tampak di luarnya, karena ia agak merasa CURIGA apabila ada orang yang mencari-cari dia atau memberikan perhatian yang berlebihan kepadanya. Kemampuan yang hebat dalam menganalisa membuat dia dapat MEMPERKIRAKAN dengan tepat kemungkinan adanya halangan-halangan dan bahaya dalam setiap usaha yang direncanakannya. Sifat ini sangat bertentangan dengan sifat orang Choleric yang jarang sekali menyadari adanya persoalanpersoalan atau kesulitan-kesulitan, karena ia merasa YAKIN bahwa ia MAMPU mengatasi persoalan apa pun yang timbul. Sifat ini seringkali menyebabkan seorang Melancholy segan mengemukakan suatu gagasan baru atau menentang orang yang memprakarsai hal itu. Kadang-kadang apabila ia sedang mengalami suasana hati dan emosi yang gembira atau penuh inspirasi, ia dapat menghasilkan suatu karya seni yang besar atau MENCETUSKAN suatu hasil pemikiran yang LUAR BIASA. Hasil-hasil tersebut seringkali diikuti dengan saat-saat depresi yang hebat. Orang Melancholy biasanya menemukan nilai hidup PALING berarti dalam PENGORBANAN diri. Ia seakan-akan mempunyai keinginan untuk membuat dirinya sendiri menderita dan seringkali akan memilih lapangan pekerjaan yang sulit yang menuntut banyak pengorbanan diri. Sekali ia telah memilih pekerjaan, ia cenderung untuk bersikap sangat teliti dan tekun dalam mencapai tujuannya dan besar kemungkinan ia akan menyelesaikannya dengan sangat baik. Temperamen memiliki potensi yang paling hebat dibanding dengan tipe-tipe temperamen yang lain. Tetapi tipe temperamen yang PALING KUAT dan yang memiliki BANYAK potensi ini rupanya disertai dengan KELEMAHAN yang paling BANYAK. Seorang Melancholy dapat memanfaatkan kekuatannya sampai melebihi teman-temannya, atau ia dapat begitu dikuasai oleh kelemahan-kelemahannya sehingga ia menjadi seorang yang menderita GANGGUAN emosi, orang yang putus asa atau orang yang selalu sedih tanpa alasan, yang tidak pernah menyukai dirinya sendiri ataupun DISUKAI oleh orang lain. Banyak dari antara orang-orang yang berbakat besar di dunia ini yaitu para seniman, musikus, penemu, ahli filsafat, pendidik, dan ahli-ahli teori adalah orang-orang yang mempunyai temperamen Melancholy.


Nah, berdasarkan teori di atas, ternyata saya merasa saya lebih mirip dengan Melancholy...

Banyak bukti yang membuat saya berpikir seperti itu, yang paling penting saya orang yang uring-uringan dan cenderung pemurung. Pekerjaan saya lebih di pengaruhi dengan perasaan saya, bila semangat dan sedang senang ya saya mau melakukan banyak hal dan lebih cepat dan baik hasilnya. Tapi sebaliknya bila perasaan saya sedang tidak menentu tentu dapat dipastikan pekerjaan saya pun tidak menentu..hehe... Tetapi biasanya ketika semangat masih tersisa dan sifat rasional saya masih cukup kuat, saya masih bisa mengatur tindakan saya dan tidak membiarkannya di pengaruhi dengan seluruh perasaan saya. Tentang emosi saya pun saya merasa bisa mengatasinya, kecuali benar-benar ada yang menyulut emosi saya, barulah sikap spontan saya akan keluar dengan sendirinya. Satu lagi yang benar-benar saya rasa Melancholy adalah sifat saya adalah saya sulit untuk mengatakan gagasan saya di depan publik atau organisasi, namun saya tahu kalau saya adalah orang yang idealis, maka dari itu saya cenderung tidak lama bekerja sama di suatu organisasi... :(

Ok lah, sekian cerita tentang seorang lelaki biasa yang di lahirkan di Kota kecil di Jawa Barat 19 tahun yang lalu... :D

Semoga Kamu bisa menemukan karakter dirimu... ^^